Katekese

PEDOMAN REKSA PASTORAL KOMISI KATEKETIK KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

PERIODE TAHUN 2012-2016

 

I.           PENGERTIAN                                                                                

Komisi Kateketik adalah perangkat Keuskupan untuk mendorong dan memfasilitasi terlaksananya reksa pastoral katekese agar iman kaum beriman menjadi hidup, berkembang, serta penuh daya, melalui pengajaran agama dengan mempergunakan segala bantuan, sarana didaktis dan alat-alat komunikasi sosial yang dipandang lebih efektif serta melalui pengalaman kehidupan kristiani. (bdk. Kan. 773; 779).

 II.          LATAR BELAKANG                                                                                                                

Reksa Pastoral Katekese kepada Seksi Katekese Paroki, para katekis purnawaktu, katekis relawan, guru agama Katolik sekolah Katolik/non-Katolik dan pengajar agama Katolik di universitas/sekolah tinggi  di Keuskupan Agung Jakarta periode 2012 s.d. 2016, diinspirasi dan digerakkan oleh NILAI INTI Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2011-2015, yaitu:

  1. Umat Allah semakin memperdalam imannya akan Yesus Kristus
  2. Umat Allah semakin membangun persaudaraan sejati
  3. Umat Allah semakin terlibat dalam pelayanan kasih di tengah masyarakat.

Reksa pastoral terhadap tiga pilar tersebutmenggunakan landasan “Spiritualitas Gembala Baik dan Pelayanan yang Murah Hati”, yaitu pelayanan yang misioner, peduli, berintegritas, kompeten, bersaudara, dan beriman. Sedangkan tata kegembalaannya menggunakan pendekatan  partisipatif, transformatif, dan berbasis data. Mengacu pada pokok-pokok pemikiran di atas, ditemukan keprihatinan-keprihatinan dalam reksa pastoral katekese di KAJ, sebagai berikut:

  1. Kurang optimalnya  peran Komisi Kateketik dalam perannya sebagai inspirator, animator, koordinator, dan fasilitator dalam pengembangan karya katekese.
  2. Kurang optimalnya  perhatian dan dukungan Gereja di Keuskupan Agung Jakarta terhadap pengembangan katekese.
  3. Kurang optimalnya kerjasama Komisi Kateketik KAJ dengan lembaga-lembaga di KAJ yang berperan dalam bidang katekese, misalnya Lembaga Biblika Indonesia (LBI), Shekinah, Universitas Atma Jaya, STF Driyarkara dan Seminari Tinggi “Yohanes Paulus II”.
  4. Masih lemahnya minat umat untuk memperdalam iman akan Yesus Kristus.

Untuk menyikapi keprihatinan-keprihatinan tersebut, diperlukan adanya Pedoman Reksa Pastoral Komisi Kateketik KAJ.

III.      DASAR PERUTUSAN                                                                                                                                        

Dokumen Gereja yang menjadi dasar perutusan dan mendukung Reksa Pastoral Komisi Kateketik KAJ:

1.    Evangelii Nuntiandi: Evangelii Nuntiandi (Mewartakan Injil) merupakan imbauan apostolik Bapa Suci Paulus VI tentang karya pewartaan Injil di zaman modern yang dikeluarkan 8 Desember 1975. Berikut pokok-pokok pemikirannya:

  1. Evangelisasi adalah rahmat dan panggilan khas Gereja, merupakan jati dirinya yang paling dasar. Gereja ada untuk mewartakan Injil(EN. 14).
  2. Bagi Gereja penginjilan berarti membawa Kabar Baik kepada segala tingkat kemanusiaan, dan melalui pengaruh Injil mengubah umat manusia dari dalam dan membuatnya menjadi manusia baru(EN. 18).
  3. Injil harus diwartakan melalui kesaksian hidup(EN. 21).
  4. Kabar Baik yang diwartakan dengan kesaksian hidup cepat atau lambat haruslah diwartakan dengan Sabda Kehidupan. Segi penting pewartaan Sabda Kehidupan adalah kotbah dan katekese (EN. 22).

2.    Catechesi Tradendae: Catechesi Tradendae (Penyelenggaraan Katekese) merupakan anjuran apostolik Sri Paus Yohanes Paulus II kepada Para Uskup, Klerus dan Segenap Umat Beriman tentang katekese masa kini. Dokumen Gereja ini dikeluarkan 16 Oktober 1979. Anjuran Apostolik ini bermaksud untuk semakin memantapkan iman dan penghayatan kristen (bdk. CT 4). Berikut pokok-pokok pemikiran mengenai katekese menurut Catechesi Tradendae:

  1. Penyelenggaraan katekese oleh Gereja selalu dipandang sebagai salah satu tugas yang amat penting, yang disadari oleh tugas perutusan dari Yesus sendiri kepada para murid-Nya. Istilah “katekese” digunakan untuk merangkum seluruh usaha dalam Gereja untuk memperoleh murid-murid, untuk membantu umat mengimani bahwa Yesus itu  Putera Allah, supaya dengan beriman mereka beroleh kehidupan dalam nama-Nya (bdk. Yoh 20: 31), dan untuk membina serta mendidik mereka dalam perihidup itu, dan dengan demikian membangun Tubuh Kristus. Tidak pernah Gereja berhenti mencurahkan tenaganya untuk menunaikan tugas itu (CT. 1).
  2. Katekese yang otentik seluruhnya berpusat pada Kristus (CT. 5).
  3. Katekese ialah pembinaan anak-anak, kaum muda dan orang-orang dewasa dalam iman, yang khususnya mencakup penyampain ajaran Kristen, yang pada umumnya diberikan secara organis dan sistematis, dengan maksud menghantar para pendengar memasuki kepenuhan hidup Kristen(CT. 18).

3.    Kitab Hukum Kanonik tentang Pewartaan Sabda Allah

a.  Hendaknya para bentara sabda Allah terutama menyajikan kepada umat beriman kristiani apa yang harus mereka imani dan lakukan demi kemuliaan Allah dan demi keselamatan manusia (KHK 768 art 1).

b. Hendaknya mereka juga menyampaikan kepada kaum beriman ajaran yang diajukan oleh Magisterium Gereja tentang martabat dan kebebasan pribadi manusia, tentang kesatuan dan kemantapan keluarga serta tugas-tugasnya, tentang kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan manusia sebagai anggota masyarakat dan pula tentang hal-hal keduniaan yang harus diatur menurut tatanan yang ditetapkan oleh Allah (KHK 768 art 2).

4.    Kitab Hukum Kanonik tentang Pengajaran Kateketik

  1. Mengenai pelaksanaan pewartaan itu, selain ketentuan-ketentuan di atas, norma-norma yang dikeluarkan oleh Uskup diosesan harus diindahkan oleh semua. (KHK 772 art. 1)
  2. Perhatian terhadap katekese, di bawah bimbingan otoritas gerejawi yang legitim, menjadi kewajiban dari semua anggota Gereja, masing-masing sesuai dengan perannya. (KHK 774 art. 1)
  3. Dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan dari Takhta Apostolik, Uskup diosesan bertugas menerbitkan norma-norma mengenai katekese, demikian pula mengusahakan agar tersedia sarana-sarana kateketik yang sesuai, juga dengan mempersiapkan katekismus, jika dianggap tepat, serta mendorong dan melakukan koordinasi atas prakarsa-prakarsa di bidang kateketik. (KHK 775 art. 1)
  4. Hendaknya pengajaran kateketik diberikan dengan mempergunakan segala bantuan, sarana didaktis dan alat-alat komunikasi sosial yang dipandang lebih efektif, agar kaum beriman, mengingat sifat, kemampuan, umur dan keadaan hidupnya, dapat mempelajari ajaran Katolik dengan lebih lengkap dan dapat mempraktekkannya dengan lebih tepat. (KHK 779)

5.    Direktorium Kateketik Umum, 1971

Direktorium kateketik umum adalah buku penuntun katekese, berisi pokok-pokok pemikiran sebagai berikut.

  1. Katekese merupakan salah satu bentuk pelayanan sabda, yang bertujuan membuat iman umat hidup, dasar, dan aktif lewat cara pengajaran(DKU. 17).
  2. Dalam ruang lingkup kegiatan pastoral, istilah katekese diartikan sebagai karya gerejani, yang menghantarkan kelompok maupun perorangan kepada iman yang dewasa(DKU. 21).
  3. Katekese terpadu dengan karya-karya pastoral Gereja yang lain, tetapi sifat khasnya, yakni sebagai inisiasi, pendidikan, dan pembinaan, tetap dipertahankan(DKU. 31).
  4. Isi katekese adalah wahyu Allah, misteri Allah dan karya-karya-Nya yang menyelamatkan, yang terjadi dalam sejarah umat manusia(DKU. 37).

6.    Petunjuk Umum Katekese, 1997

  1. Mengemban pembinaan katekis.
  2. Mempersiapkan atau sekurang-kurangnya menunjukkan kepada Paroki-paroki dan katekis-katekis, sarana-sarana yang perlu bagi katekese, katekismus, buku-buku petunjuk, program, tuntutan bagi katekis, bahan-bahan untuk mereka yang menerima katekese;alat peraga audio visual, dll.
  3. Membantu perkembangan institusi kateketik keuskupan yang khusus (katekumenat, katekese Paroki, kelompok-kelompok yang bertanggungjawab bagi katekese) ini semua merupakan sel-sel basis kegiatan-kegiatan kateketik.
  4. Meningkatkan mutu personel dan sumber daya material.

7.    Pesan Pastoral Sidang KWI 2011 tentang Katekese

  1. Katekese Umat sebagai arah karya katekese di Indonesia perlu ditumbuh-kembangkan dalam lingkungan hidup umat, khususnya melalui komunitas-komunitas basis atau pun kategorial. Katekese umat perlu diperkaya dengan Injil, Tradisi dan ajaran Gereja.
  2. Katekese sekolah tidak jarang merupakan satu-satunya kesempatan bagi banyak orang muda untuk menerima pengajaran dan pendidikan agama. Kerjasama antara penanggungjawab pastoral setempat dengan sekolah dan khususnya guru agama sekolah, perlu dikembangkan.
  3. Perlu dikembangkan  program katekese yang menyeluruh dan berkesinambungan sejak usia dini sampai usia lanjut. Untuk itu perlu kerjasama antara Komisi Kateketik KWI maupun Komisi Kateketik Keuskupan-keuskupan, dengan komisi-komisi lain yang terkait dengan pembinaan iman.
  4. Berjalannya karya katekese sangat tergantung pada para petugas pastoral yang menjalankan katekese di tengah umat. Maka, perlulah pembinaan terus-menerus bagi para pelaksana atau fasilitator katekese umat tersebut.
  5. Demi kemajuan karya katekese di Indonesia diperlukan orang-orang yang sungguh ahli dalam bidang katekese, yang harus disiapkan dengan sungguh-sungguh.
  6. Karya katekese di tingkat paroki seringkali tergantung pada para imam pemimpin paroki. Maka pembinaan katekese bagi para imam dan calon imam mutlak diperlukan.
  7. Salah satu tanda bahwa karya katekese merupakan prioritas utama dalam Gereja ditampakkan dalam dukungan finansial bagi program-program katekese maupun bagi pembinaan dan penghidupan para petugas pastoral yang berkarya di bidang katekese.
  8. Perlu ditingkatkan mutu dan peranan lembaga pendidikan pastoral katekese dan kerjasamanya dengan lembaga pendidikan calon imam.
  9. Dengan menyadari betapa pentingnya katekese dalam hidup dan perkembangan Gereja, kerjasama dengan pelbagai pihak, misalnya Bimas Katolik, perlu diusahakan dan dikembangkan.

8.    Arah Dasar Pastoral KAJ tahun 2011-2015

  1. Gereja Keuskupan Agung Jakarta bercita-cita menjadi umat Allah, yang atas dorongan dan tuntunan Roh Kudus, semakin memperdalam imannya akan Yesus Kristus, membangun persaudaraan sejati dan terlibat dalam pelayanan kasih di tengah masyarakat.
  2. Dilandasi oleh spiritualitas Gembala Baik dan pelayanan yang murah hati, ditopang oleh tata penggembalaan partisipatif dan transformatif, seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta berkehendak untuk menyelenggarakan pelbagai kegiatan dalam rangka menghayati dan meneruskan nilai-nilai Injili, ajaran serta Tradisi Gereja Katolik dan melibatkan diri dalam berbagai permasalahan sosial, terutama kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup serta intoleransi dalam hidup bersama.

IV.      CITA-CITA, TUJUAN, SASARAN

Cita-cita:

Terwujudnya karya katekese di KAJ demi berkembangnya pribadi-pribadi umat yang kuat dalam Iman, Persaudaraan Sejati, dan Pelayanan Kasih.

Tujuan: 

1. Menyelenggarakan katekese umat di KAJ yang kuat dalam iman:

1.1.  mampu memahami iman akan Yesus Kristus, nilai-nilai, ajaran, dan Tradisi Gereja Katolik.

1.2.  mampu menghayati iman akan Yesus Kristus, nilai-nilai, ajaran, dan Tradisi Gereja Katolik.

1.3.  mampu mengatualisasikan iman akan Yesus Kristus, nilai-nilai, ajaran, dan Tradisi Gereja Katolik.

2. Menyelenggarakan katekese umat di KAJ yang kuat dalam persaudaraan sejati:

2.1.  mampu memahami pentingnya persaudaraan sejati seturut nilai-nilai dan ajaran Gereja.

2.2.  mampu mewujudkan persaudaraan sejati sebagai aktualisasi iman Katolik.

3. Menyelenggarakan katekese umat di KAJ yang kuat dalam pelayanan kasih:

3.1.  mampu memahami pentingnya pelayanan kasih seturut nilai-nilai dan ajaran Gereja.

3.2.  mampu mewujudkan pelayanan kasih sebagai aktualisasi iman Katolik.

Sasaran:

1. Umat di KAJ semakin kuat dalam iman:

1.1.  Setiap umat KAJ mampu memahami iman akan Yesus Kristus, nilai-nilai, ajaran, dan Tradisi Gereja Katolik.

1.2.  Setiap umat KAJ mampu menghayati iman akan Yesus Kristus, nilai-nilai, ajaran, dan Tradisi Gereja Katolik.

1.3.  Setiap umat KAJ mampu mengatualisasikan iman akan Yesus Kristus, nilai-nilai, ajaran, dan Tradisi Gereja Katolik.

2. Umat di KAJ semakin kuat dalam persaudaraan sejati:

2.1.  Setiap umat KAJ mampu memahami pentingnya persaudaraan sejati seturut nilai-nilai dan ajaran Gereja.

2.2.  Setiap umat KAJ mampu mewujudkan persaudaraan sejati sebagai aktualisasi iman Katolik.

3. Umat di KAJ semakin kuat dalam pelayanan kasih:

3.1.  Setiap umat KAJ mampu memahami pentingnya pelayanan kasih kepada sesama, terutama kepada sesama yang lemah, miskin, terpinggirkan, seturut nilai-nilai dan ajaran Gereja.

3.2.  Setiap umat KAJ mampu mewujudkan pelayanan kasih sebagai aktualisasi iman Katolik.

V.         IMPLEMENTASI CITA-CITA, TUJUAN, SASARAN                                                                           Secara operasional, Cita-cita, Tujuan, dan Sasaran tersebut di atas diimplementasikan dalam bidang-bidang pengembangan sebagai berikut :

 

No

Bidang Pengembangan

Indikator Perkembangan

Target Perkembangan

1. Pengembangan katekese yang memperdalam dan menguatkan iman umat 1.1.    Pemahaman iman akan Yesus Kristus, nilai-nilai, ajaran, dan Tradisi Gereja Katolik

1.2.   Penghayatan iman akan Yesus Kristus, nilai-nilai, ajaran, dan Tradisi Gereja Katolik

1.3.   Perwujudan iman akan Yesus Kristus, nilai-nilai, ajaran, dan Tradisi Gereja Katolik

1.1.1. Meningkatnya pemahaman umat tentang hakekat iman akan Yesus Kristus, nilai-nilai, ajaran, dan Tradisi Gereja Katolik

1.1.2. Meningkatnya kemampuan umat dalam memperdalam Katekismus Gereja Katolik, makna dan nilai Sakramen-sakramen, Ajaran dan Tradisi Gereja.

1.2.1. Meningkatnya penghayatan dan pemahaman umat tentang makna Ekaristi.

1.2.2. Meningkatnya pemahaman umat tentang hakekat sakramen-sakramen, tradisi Gereja.

1.3.1. Meningkatnya keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja (pendalaman iman di lingkungan, Kursus-Kursus KS, Seminar-seminar berkaitan dengan ajaran dan tradisi Gereja Katolik).

2. Pengembangan Katekese yang memperdalam dan menguatkan persaudaraan sejati 2.1.    Pemahaman  pentingnya persaudaraan sejati seturut nilai-nilai dan ajaran Gereja

2.2.    Perwujudan persaudaraan sejati

2.1.1. Dijiwainya hakekat persaudaraan sejati menurut injil dan ajaran Gereja (Deus Caritas Est) oleh umat.

2.2.1. Meningkatnya partisipasi umat dalam kegiatan-kegiatan lingkungan/komunitas kategorial.

3. Pengembangan Katekese yang memperdalam dan menguatkan pelayanan kasih 3.1.  Pemahaman  pentingnya pelayanan kasih seturut nilai-nilai dan ajaran Gereja

3.2.  Perwujudan pelayanan kasih

3.1.1. Menguatnya semangat pelayanan umat seturut nilai-nilai injili ”Aku datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani”.

3.2.1. Meningkatnya aksi-aksi pelayanan kasih oleh umat dalam komunitas basis (Lingkungan atau komunitas kategorial).

VI.      STRATEGI PELAYANAN

1.     Berpastoral Berbasis Data

1.1.       Menginventarisasi dan memperbarui data-data guru agama Katolik di sekolah Katolik, sekolah swasta non-Katolik dan sekolah negeri; para katekis purnawaktu dan katekis relawan di Paroki;dan para pengajar agama Katolik di perguruan tinggi.

1.2.       Bekerja sama dengan Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat untuk mengiventarisasi data-data guru agama Katolik yang telah mendapat sertifikasi pendidik agama Katolik.

1.3.       Melakukan analisis data-data tersebut dan menggunakannya sebagai dasar perumusan kebijakan-kebijakan pastoral katekese dan pengelolaan program-program Komisi Kateketik KAJ.

2.     Pemberdayaan Komunitas Basis Teritorial dan Kategorial

2.1.       Secara teritorital, Komisi Kateketik KAJ bekerjasama dengan Pastor Paroki dan Dewan Paroki, terutama Seksi Katekese Paroki, melaksanakan reksa pastoral katekese sakramen bagi calon baptis, calon krisma, calon komuni pertama;serta katekese non-sakramen dan katekese berkelanjutan bagi seluruh umat di wilayah Paroki.

2.2.       Secara kategorial, Komisi Kateketik KAJ bekerjasama dengan para pengurus Komunitas-komunitas Kategorial di KAJ dalam menyelenggarakan katekese bagi para anggota komunitas.

3.     Penggerakan Karya-karya Pastoral Kontekstual

3.1.       Menyelenggarakan reksa pastoral katekese berdasarkan inspirasi nilai-nilai inti Arah Dasar Pastoral KAJ Tahun 2011-2015, yakni “kuat dalam iman, persaudaraan sejati, dan pelayanan kasih”.

3.2.       Menyelenggarakan reksa pastoral katekese dengan mempertimbangkan kondisi kebutuhan dan tantangan umat setempat.

4.     Penggiatan Partisipasi Kaum Awam

4.1.       Melalui pelbagai bentuk reksa pastoral katekese, Komisi Kateketik mendorong para pelaku dan pelaksana katekese (siswa dan guru) di sekolah dan umat Katolik untuk mengaktualisasikan nilai-nilai inti Arah Dasar Pastoral KAJ Tahun 2011-2015 di lingkungan sekolah, di lingkungan Gereja, dan di tengah masyarakat.

4.2.       Mendorong Seksi Katekese Paroki menyediakan tenaga katekis; memberdayakan katekis dalam segi pengetahuan, spiritualitas, dan ketrampilan; menyediakan bahan-bahan, sarana, dan metode katekese untuk meningkatkan/mengembangkan karya katekese.

5.     Kaderisasi dan Pendampingan Berkelanjutan Bagi Para Pelayan Pastoral

5.1.       Mendorong dan mendukung Seksi Katekese Paroki bekerjasama dengan Ikatan Insan Pendidikan Katolik (IIPK) Paroki/Dekenat menyelenggarakan kaderisasi dan pendampingan berkelanjutan bagi guru Katolik potensial yang bekerja di lembaga pendidikan Katolik non-Katolik dan berdomisili di wilayah Paroki tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam karya katekese.

5.2.       Mendorong dan mendukung Seksi Katekese Paroki bekerjasama dengan Moderator Katekese dan Koordinator Katekese Paroki/Dekenat menyelenggarakan kaderisasi dan pendampingan berkelanjutan bagi para katekis purnawaktu dan katekis relawan di wilayah Paroki tersebut.

VII.  SPIRITUALITAS

Pendekatan Reksa Pastoral Komisi Kateketik KAJ menggunakan Spiritualitas “Gembala Baik  yang Murah Hati”. Spiritualitas merupakan NILAI yang harus dipahami, dihayati, dan diaktualisasikan oleh seksi katekese paroki, katekis purnawaktu dan katekis relawan, guru agama Katolik di sekolah Katolik dan non-Katolik, serta pengajar agama Katolik diperguruan tinggi. Dalam melaksanakan reksa pastoral katekese, mereka diharapkan memiliki semangat/sikap:

  1. Misioner, yaitu pribadi yang selalu mengembangkan diri dan siap diutus melayani karya katekese di mana saja dan kapan saja bagi yang membutuhkan pelayanannya.
  2. Peduli, yaitu pribadi yang peka, tanggap, solider, dan empati terhadap harapan dan kebutuhan pelayanan karya katekese.
  3. Integritas, yaitu pribadi yang rendah hati, kredibel, akuntabel, transparan, dan loyal dalam pelayanan karya katekese.
  4. Kompeten, yaitu pribadi yang menerima tugas karya pelayanan katekese dengan bangga, penuh tanggung jawab, serius menjalankannya, dan terus-menerus mengembangkan diri agar selalu aktual dalam pelayanannya.
  5. Bersaudara, yaitu pribadi yang selalu mengedepankan sikap plural, inklusif, demokratis, adil, dan berbudaya dalam pelayanan karya katekese.
  6. Beriman, pribadi yang berpusat pada ajaran, sikap, dan tindakan Yesus dalam pelayanan karya katekese.

VIII.    TATA PENGGEMBALAAN

Komisi Kateketik KAJ menggunakan tata penggembalaan yang partisipatif, transformatif.

  1. Tata penggembalaan partisipatif: pelayanan karya katekese bekerja sama dengan Dewan Paroki Paroki, khususnya Seksi Katekese Paroki dan lembaga-lembaga pewartaan iman misalnya Lembaga Biblika Indonesia (LBI), Shekinah, Universitas Katolik Atma Jaya FKIP Teologi, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Seminari Tinggi “Yohanes Paulus II”, Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat; serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Agama Katolik.
  2. Tata penggembalaan transformatif:
    1. Komisi Kateketik KAJ berusaha sungguh-sungguh melaksanakan karya katekese agar mampu mewujudkan umat KAJ yang semakin sesuai dengan cita-cita, tujuan dan sasaran pastoral katekese.
    2. Komisi Kateketik KAJ perlu senantiasa mengembangkan dan meningkatkan cara mengelola pelayanan pastoral katekese yang semakin baik dari waktu ke waktu.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>